Thu. Jan 20th, 2022

Tips Cara Aman Mengoperasikan Alat Berat

Pembangunan infrastruktur menjadi kunci untuk perkembangan terus menerus di negara berkembang juga Indonesia. Pembangunan jalan raya, jembatan, tol, transportasi, sumber energi adalah kategori berasal dari infrastruktur. Untuk itu, dalam pelaksanaan infrastruktur berkaitan bersama kontruksi dalam membangun sarana maupun prasarana.

Dalam bidang konstruksi terlalu diperlukan alat berat untuk memudahkan pekerja supaya selesai pas waktu. Namun dibalik pembangunan tersebut, banyak rintangan yang terjadi. Seperti ketidakseimbangan antara target kerja bersama keselamatan pekerja. Bahkan mirisnya, kontraktor lebih mendahulukan proyek besar dan condong mengabaikan aspek K3, supaya terdapatnya risiko kecelakan tinggi untuk para pekerja.

Berbagai potensi kecelakaan menghantui tiap-tiap para pekerja alat berat, terlebih operator. Berbagai kecelakaan seperti terjungkal, terjatuh, terkena reruntuhan, dan juga kebakaran menjadi risiko tersendiri bagi para pekerja konstruksi. Maka berasal dari itu perlu bagi operator untuk mengetahui upaya keselamatan selagi mengoperasikan alat berat supaya tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Berikut 5 tips safe untuk mengoperasikan alat berat: bar bending
Survei tempat kerja
Sebelum bekerja Anda mesti lakukan pengamatan di tempat kerja. Pastikan Anda sudah mendapatkan izin kerja di tempat tertentu dan tempat kerja safe berasal dari situasi lingkungan yang membahayakan.
Setelah itu, komunikasikan rencana kerja kepada seluruh personil yang terlibat.
Minta perlindungan kepada seorang spotter untuk mendukung operator sekiranya terkendala selagi mengoperasikan alat berat. Ingat spotter mesti yang sudah berpengalaman atau terlatih.
Persiapan sebelum mengoperasikan alat berat
Periksa situasi dan kelayakan alat cocok bersama standar keselamatan.
Pastikan tanda-tanda komunikasi (klakson) dipahami operator alat berat lain yang terlibat dalam pekerjaan. Klakson 1x untuk memunculkan alat berat, klakson 2x untuk maju dan Klakson 3x untuk mundur
Gunakan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan, seperti rompi Hi-Vis (high visibility), helm keselamatan, sepatu keselamatan, kacamata keselamatan, masker, sarung tangan, dan sumbat telinga.
Saat mengoperasikan alat berat
Pastikan radio komunikasi dalam situasi aktif sepanjang pekerjaan berlangsung. Namun, terkecuali radio tidak tersedia, maka manfaatkan tanda tangan berasal dari spotter. Periksa kurang lebih tempat kerja, terlebih mungkin terdapatnya pekerja lain atau alat berat lain dan bunyikan klakson sebagai tanda alat bakal bergerak.

Setelah mengoperasikan alat berat
Setelah selesai, Anda sebagai operator mesti parkirkan alat berat di tempat yang datar dan aman. Cek ulang mesin dan membersihkan kabin operator sambil mengamati panel indikator. Periksa ulang seluruh sistem pengaman dan pastikan alat dalam situasi aman. Serahkan kunci kontak kepada pengawas sebagai tanda berakhirnya tugas operator.

Situasi darurat Alat Konstruksi
Dalam mengoperasikan alat berat bakal dihadapkan bersama situasi darurat. Risiko yang berjalan seperti kecelakaan kerja, kebakaran, bencana alam apalagi masalah binatang liar. Segera hubungi pengawas lapangan dan laporkan situasi yang berjalan supaya cepat mendapatkan bantuan.

Dari kelima tips berikut dapat dikatakan bahwa menjadi operator alat berat mesti mempunyai keterampilan khusus, ketahanan fisik dan mental serta tehnik operasional. Bahkan mesti hadapi bermacam risiko yang terjadi. Untuk itu, perlu bagi perusahaan kontruksi menjamin keselamatan pekerjanya. Salah satu cara meminimalisir risiko, mesti tersedia upaya ke depan yang terus menerus supaya K3 di implementasikan bukan cuma selogan “Safety First”. Jika budaya keselamatan tidak berubah dan lebih mengedepankan target serta keuntungan maka bakal berakhir bersama mengulangi momen yang serupa. Apabila Anda butuh Info mengenai training K3 silahkan cek web dan hubungi kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *